Chairul Tanjung di Entrepreneurs Talks Jogja Financial Festival 2026Chairul Tanjung di Entrepreneurs Talks Jogja Financial Festival 2026 (Tangkapan Layar YT CNBC Indonesia)

YOGYAKARTA, InfoArtha — Chairman dan Founder CT Corp Chairul Tanjung (CT) menegaskan bahwa modal selain uang justru lebih menentukan keberhasilan seseorang dalam memulai bisnis. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi Entrepreneurs Talks bersama Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi di Jogja Financial Festival 2026, Jogja Expo Center, Bantul, Yogyakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Dua tokoh bisnis dan keuangan terkemuka Indonesia ini kompak menyampaikan satu pesan kepada ribuan anak muda yang hadir: berhenti menjadikan ketiadaan uang sebagai alasan untuk tidak memulai usaha. Lantas, apa saja modal selain uang yang dimaksud?

1. Kemauan Kuat: Modal Nomor Satu versi CT

Chairul Tanjung menempatkan kemauan sebagai modal paling fundamental — mendahului uang, koneksi, bahkan pengalaman. Tanpa kemauan yang kuat, semua modal lain tidak akan menghasilkan apa-apa.

“Uang bukan modal satu-satunya untuk berusaha. Modal paling penting adalah kemauan untuk memulai. Karena kalau sudah ada kemauan, jalan akan terbuka dengan sendirinya.”

— Chairul Tanjung, Chairman & Founder CT Corp, Jogja Financial Festival 2026

CT berbicara dari pengalaman pribadi. Ia memulai bisnis pertamanya saat kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi UI dengan modal yang sangat terbatas — berjualan buku dan membuka jasa fotokopi untuk membiayai kuliahnya sendiri. Bukan uang yang membuatnya bertahan, melainkan tekad yang tidak pernah padam.

2. Networking: Aset yang Tidak Bisa Dibeli

Modal kedua yang ditekankan CT adalah networking — membangun jaringan relasi yang kuat dan berkualitas. Bagi CT, koneksi yang tepat bisa membuka pintu peluang yang tidak akan pernah terbuka meski memiliki modal uang berlimpah.

Networking bukan sekadar memperbanyak kenalan. CT menekankan pentingnya membangun hubungan yang tulus, bukan transaksional — karena orang akan merasakan mana yang genuine dan mana yang sekadar memanfaatkan.

“Networking itu modal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Tapi bisa dibangun dengan sikap yang baik, kejujuran, dan mau memberi nilai lebih kepada orang lain sebelum meminta.”

— Chairul Tanjung, Chairman & Founder CT Corp

3. Amanah: Fondasi Kepercayaan Jangka Panjang

Satu kata yang berulang kali ditekankan CT sepanjang sesi: amanah. Dalam konteks bisnis, amanah berarti dapat dipercaya — menepati janji, jujur dalam transaksi, dan menjaga integritas dalam setiap keputusan.

CT berargumen bahwa reputasi yang dibangun dari amanah adalah aset paling berharga seorang pebisnis — lebih bertahan lama dibanding modal uang yang bisa habis, dan lebih sulit ditiru dibanding produk atau teknologi.

“Menjaga amanah adalah hal paling penting dalam bisnis. Begitu kamu dianggap tidak amanah, selesai. Tidak ada yang mau berbisnis denganmu lagi, tidak peduli seberapa pintar atau kaya kamu.”

— Chairul Tanjung, Chairman & Founder CT Corp, Jogja Financial Festival 2026

4. Ide dan Kemampuan Membaca Pasar versi Hery Gunardi

Direktur Utama BRI Hery Gunardi melengkapi perspektif CT dari sisi perbankan. Ia menyebut bahwa sebagai bankir yang sudah bertahun-tahun membiayai jutaan UMKM, ia melihat pola yang sama: wirausahawan yang berhasil bukan yang punya modal terbesar, melainkan yang paling jeli membaca pasar.

Hery menyebutkan tiga elemen yang dicari BRI ketika menilai calon debitur atau mitra usaha muda:

  • Ide yang konkret — bukan sekadar mimpi, tapi solusi nyata untuk masalah yang ada di pasar
  • Kemauan menjalankan ide — eksekusi lebih penting dari perencanaan yang sempurna
  • Kemampuan mengembangkan produk — adaptasi terhadap perubahan kebutuhan konsumen

“Ide bisnis yang bagus, kemauan untuk menjalankan ide itu, dan kemampuan melihat pasar serta mengembangkan produk — itu yang kami cari. Itu yang membuat bisnis bisa tumbuh dan bankable.”

— Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Jogja Financial Festival 2026

5. Mental Juang: Daya Tahan yang Menentukan

Modal terakhir yang disebut Hery Gunardi — dan sering menjadi pembeda antara pengusaha yang bertahan dan yang menyerah di tengah jalan — adalah mental juang atau daya juang.

Bisnis tidak pernah berjalan mulus. Penolakan, kegagalan, dan krisis adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan wirausaha. Yang membedakan pebisnis sukses dari yang gagal bukan seberapa jarang mereka jatuh, melainkan seberapa cepat dan kuat mereka bangkit kembali.

Hery menyebut mental/daya juang sebagai kunci kelima yang tidak bisa digantikan oleh modal uang seberapapun besarnya. BRI sendiri, kata Hery, lebih percaya membiayai pengusaha dengan rekam jejak kegigihan dibanding pengusaha yang hanya mengandalkan agunan.

Kesimpulan: Uang Datang Belakangan

CT dan Hery Gunardi, dengan latar belakang berbeda — satu pengusaha, satu bankir — justru sampai pada kesimpulan yang sama: modal uang adalah output dari membangun kelima modal di atas, bukan input-nya. Bangun kemauan, jaringan, integritas, ide yang tajam, dan mental baja terlebih dahulu — uang akan mengikuti.

Pesan ini sangat relevan di era di mana banyak anak muda menunda memulai usaha karena merasa “belum cukup modal”. Padahal, menurut dua tokoh ini, justru menundanya yang membuat modal tidak pernah cukup.

Baca juga:


Sumber:

Editor Redaksi InfoArtha | 22 Mei 2026

By Redaksi

Redaksi InfoArtha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *