YOGYAKARTA, InfoArtha — Di hadapan ribuan pelajar dan mahasiswa yang memadati Jogja Expo Center, Chairman dan Founder CT Corp Chairul Tanjung menyampaikan satu pernyataan tegas yang langsung memantik tepuk tangan: usia muda adalah momen terbaik untuk memulai bisnis — bukan nanti setelah lulus, bukan setelah dapat kerja, dan bukan setelah punya modal cukup. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi Entrepreneurs Talks di Jogja Financial Festival 2026, Jumat, 22 Mei 2026, bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi.
Bagi CT, ini bukan sekadar motivasi. Ini adalah prinsip yang ia buktikan sendiri — memulai dari nol, gagal berkali-kali, dan bangkit menjadi salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia.
CT di Hadapan Ribuan Mahasiswa Jogja: Jangan Tunggu Nanti
Suasana di JEC Bantul pagi itu berbeda dari seminar biasa. Chairul Tanjung tidak berbicara dari balik podium formal — ia duduk santai, langsung menatap audiens, dan berbicara seperti seorang kakak yang sedang menasihati adiknya. Tidak ada slide presentasi. Hanya jujur dan langsung.
“Usia muda adalah usia terbaik untuk memulai usaha. Jangan tunggu nanti. Nanti itu tidak pernah datang kalau kamu tidak memulai sekarang.”
— Chairul Tanjung, Chairman & Founder CT Corp, Jogja Financial Festival 2026, 22 Mei 2026
Pesan ini terasa relevan di tengah data yang menunjukkan banyak anak muda Indonesia masih menganggap wirausaha sebagai pilihan terakhir — setelah gagal mendapat pekerjaan, bukan sebagai pilihan pertama yang aktif dipilih.
Kenapa Usia Muda adalah Waktu Terbaik? Ini Logika CT
CT bukan sekadar berkata “mulailah muda” tanpa penjelasan. Ia membangun argumen yang logis mengapa usia muda secara objektif merupakan kondisi paling ideal untuk memulai dan bereksperimen dalam bisnis:
- Beban tanggungan minimal — belum ada cicilan KPR, belum ada anak yang harus dibiayai, belum ada karyawan yang bergantung. Risiko pribadi jauh lebih kecil
- Energi dan waktu berlimpah — kapasitas fisik dan mental untuk bekerja keras, begadang, dan belajar cepat sedang berada di puncaknya
- Otak yang masih plastis — lebih mudah menyerap ilmu baru, beradaptasi terhadap perubahan pasar, dan mengubah arah strategi
- Jaringan yang masih bisa dibangun — teman kuliah, dosen, dan komunitas adalah modal jaringan yang nilainya baru terasa 10–20 tahun kemudian
Gagal saat Muda Itu Murah: Investasi Paling Menguntungkan
Salah satu filosofi paling berkesan dari CT dalam sesi ini adalah pandangannya soal kegagalan. Bagi CT, gagal di usia muda bukan tragedi — justru itu adalah salah satu investasi paling menguntungkan yang bisa dilakukan seseorang.
“Kalau gagal saat muda, ongkosnya murah. Kamu belum punya banyak yang bisa hilang. Tapi pelajarannya mahal — itu yang akan kamu bawa seumur hidup.”
— Chairul Tanjung, Chairman & Founder CT Corp
Sebaliknya, gagal di usia 40 atau 50 ketika sudah punya keluarga, cicilan, dan karyawan — itu baru benar-benar mahal. CT berargumen bahwa menunda memulai bisnis dengan alasan “menunggu siap” sebenarnya adalah strategi yang jauh lebih berisiko secara keseluruhan hidup.
CT Membuktikannya Sendiri: Dari Anak Dokter Gigi Miskin ke Konglomerat
Pernyataan CT bukan omong kosong. Ia memulai bisnis pertamanya saat masih mahasiswa kedokteran gigi UI — berjualan buku, membuka jasa fotokopi, hingga mengerjakan proyek-proyek kecil untuk membiayai kuliah. Tidak ada warisan, tidak ada investor, tidak ada koneksi keluarga di dunia bisnis.
Dari titik nol itu, CT membangun CT Corp yang kini menaungi Trans TV, Trans7, Bank Mega, Carrefour Indonesia, dan puluhan anak usaha lainnya. Perjalanannya adalah bukti hidup dari filosofi yang ia sampaikan: mulai muda, mulai dari yang ada, dan jangan pernah berhenti belajar.
Hery Gunardi: Anak Muda Punya Aset yang Tidak Disadari
Hery Gunardi menambahkan perspektif dari sudut pandang perbankan. Sebagai Dirut BRI yang sehari-hari berhadapan dengan jutaan pelaku UMKM, ia melihat satu pola yang berulang: anak muda sering meremehkan aset yang sudah mereka miliki.
“Anak muda punya sesuatu yang tidak dimiliki orang tua: mereka tidak takut mencoba hal baru. Itu aset yang luar biasa. Di BRI, kami justru lebih excited mendanai wirausahawan muda yang punya semangat dan ide segar dibanding yang sudah mapan tapi tidak mau bergerak.”
— Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Jogja Financial Festival 2026
Hery juga menegaskan bahwa BRI secara aktif menyasar segmen wirausaha muda melalui berbagai program pembiayaan UMKM dan inkubasi bisnis — karena bank terbesar di Indonesia ini memahami bahwa masa depan ekonomi nasional ada di tangan generasi yang sekarang duduk di bangku kuliah.
Pesan Terakhir CT: Mulai Sekarang, Jangan Sempurna Dulu
Menutup sesi yang berlangsung hampir satu jam itu, CT menyampaikan satu pesan terakhir yang singkat namun menghantam:
“Jangan tunggu sempurna untuk mulai. Mulai dulu, nanti sempurnanya sambil jalan. Karena bisnis yang sempurna di atas kertas tapi tidak pernah dimulai, nilainya nol.”
— Chairul Tanjung, Chairman & Founder CT Corp, Jogja Financial Festival 2026, 22 Mei 2026
Ribuan mahasiswa yang memadati JEC Bantul hari itu pulang dengan satu tugas yang tidak tertulis di mana-mana: mulai.
Baca juga:
- 5 Modal Selain Uang untuk Mulai Bisnis versi CT dan Dirut BRI
- Chairul Tanjung: Usia Muda adalah Momen Terbaik Mulai Bisnis
- CT: Networking Lebih Berharga daripada Uang
- Purbaya di Jogja Financial Festival: Danantara, DHE, dan IHSG Rebound
- Rupiah Melemah? Purbaya: Enggak Usah Takut, Ekonomi Kita Kuat!
Sumber:
- CNBC Indonesia — CT & Hery Gunardi, Entrepreneurs Talks Jogja Financial Festival 2026, 22 Mei 2026
- LPS.go.id — Jogja Financial Festival 2026
Editor Redaksi InfoArtha | 22 Mei 2026
Redaksi InfoArtha

