Prabowo Macron Paris 2026Presiden Prabowo di Perancis Mei 2026, Sumber YT Sekretariat Presiden


PARIS, InfoArtha — Pertemuan Prabowo Macron Paris bilateral 2026 mencatat babak baru dalam sejarah hubungan Indonesia dan Prancis, setelah kedua kepala negara secara resmi menyepakati peningkatan status kemitraan menuju Comprehensive Strategic Partnership di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026). Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris pada Selasa (26/5) dan menjalani serangkaian agenda kenegaraan selama tiga hari penuh.

Kunjungan ini merupakan yang ketiga sepanjang 2026, setelah pertemuan sebelumnya pada 23 Januari dan 14 April 2026. Di tahun 2025, Prabowo juga hadir sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Bastille Day pada 14 Juli, di mana kontingen gabungan TNI/Polri turut tampil dalam parade militer bergengsi tersebut.

Sambutan Kenegaraan Bersejarah: 146 Pasukan Berkuda Kawal Prabowo Macron Paris Bilateral 2026

Ketibaan Presiden Prabowo di Istana Élysée mendapat sambutan militer yang luar biasa. Konvoi kendaraan kepresidenan dikawal oleh 27 personel motoris dan 146 pasukan berkuda Republik Prancis—sebuah penghormatan protokol tertinggi yang jarang diberikan kepada kepala negara tamu.

Dalam perjalanan dari Les Invalides menuju istana, Presiden Prabowo didampingi oleh putranya, Didit Hediprasetyo, yang mengenakan setelan jas hitam. Turut hadir Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Tahun ini saja, saya sudah tiga kali ke Prancis. Dan tahun lalu, Indonesia mendapat kehormatan besar, diundang bisa ikut dalam defile 14 Juli, Hari Kebangsaan bagi Republik Prancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar. Mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa.”

— Presiden Prabowo Subianto, pidato di Istana Élysée, 28 Mei 2026

Naik Kelas: Indonesia–Prancis Sepakat Bentuk Comprehensive Strategic Partnership

Puncak pertemuan bilateral ini adalah penandatanganan Joint Statement on the Occasion of the State Visit of the President of the Republic of Indonesia to France. Dalam dokumen tersebut, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk memperdalam kerja sama menuju Comprehensive Strategic Partnership atau Kemitraan Strategis Komprehensif.

“Kami sangat gembira bahwa kita sekarang sudah punya comprehensive strategic partnership dan kita tentunya akan lihat dalam saat yang mendatang kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang dan lebih berdampak.”

— Presiden Prabowo Subianto, pernyataan pers bersama di Istana Élysée

Macron dari sisinya menyebut hubungan kedua negara kini berada pada level terbaik sepanjang sejarah diplomatik Indonesia–Prancis, sebuah pernyataan yang diamini langsung oleh Presiden Prabowo.

Baca juga: Prabowo Serahkan Pesawat Rafale ke TNI di Halim 2026

Lima Sektor Prioritas dalam Prabowo Macron Paris Bilateral 2026

Pertemuan bilateral berlangsung konstruktif dengan pembahasan yang mencakup lima sektor prioritas utama. Presiden Prabowo memaparkan agenda itu secara terbuka sebelum sesi tertutup dimulai.

“Hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting. Kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia–European Union CEPA. Kami terima kasih dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini.”

— Presiden Prabowo Subianto, keterangan pers sebelum pertemuan bilateral

Di bidang ekonomi, kedua negara menyambut penyelenggaraan perdana High-Level France-Indonesia Business Council di Paris pada 28 Mei 2026. Indonesia juga menyatakan minat menjajaki kerja sama pengembangan energi nuklir yang aman dan berkelanjutan bersama Prancis. Macron turut mengapresiasi dibukanya pasar Indonesia bagi produk susu dan daging sapi asal Prancis.

Baca juga: Danantara Sumber Daya Indonesia Resmi Berdiri

Prabowo Rayakan Iduladha Bersama 500 Diaspora Indonesia di Paris

Di sela-sela agenda kenegaraan, Presiden Prabowo menyempatkan diri merayakan Hari Raya Iduladha 1447 H bersama sekitar 500 warga negara Indonesia dan diaspora yang bermukim di Prancis. Shalat Id dilaksanakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris pada Rabu (27/5/2026).

Momen tersebut menjadi perpaduan simbolis yang kuat antara agenda diplomatik tingkat tinggi dan kedekatan kepala negara dengan warganya di luar negeri.

Palestina dan Stabilitas Kawasan Turut Jadi Agenda Bilateral

Pertemuan tidak hanya membahas kerja sama bilateral. Isu geopolitik global turut menjadi agenda penting, khususnya konflik di Timur Tengah. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki pandangan yang sejalan soal solusi dua negara sebagai kunci kemerdekaan Palestina.

Kedua pemimpin juga sepakat mendorong kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan menolak segala upaya “privatisasi” jalur pelayaran strategis tersebut. Macron menyebut pihaknya telah membangun koalisi internasional untuk bertindak efektif dalam isu ini.

Dalam isu pendidikan dan riset, keduanya mengadopsi deklarasi bersama dan menyepakati pembentukan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship yang akan berlangsung di Angers pada Juli 2026. Policy Planning Dialogue pertama antar-kementerian luar negeri dijadwalkan di Paris pada Juni 2026.

Rangkuman Hasil Pertemuan Bilateral Prabowo–Macron 28 Mei 2026

Sektor Kesepakatan / Agenda
Status Hubungan Naik ke Comprehensive Strategic Partnership
Pertahanan Penguatan kerja sama militer dan alih teknologi
Ekonomi & Investasi IEU-CEPA, High-Level Business Council, hilirisasi industri
Energi Energi bersih dan penjajakan kerja sama nuklir
Pendidikan & Riset Joint Working Group di Angers, Juli 2026; France-Indonesia Year of Innovation 2026
Geopolitik Palestina (solusi dua negara), kebebasan Selat Hormuz
Diplomasi Policy Planning Dialogue pertama antar-Kemlu, Paris Juni 2026
Pertanian Pembukaan pasar Indonesia untuk produk susu & daging sapi Prancis

Kunjungan Paris Cermin Politik Bebas Aktif Indonesia

Juru bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menegaskan bahwa rangkaian kunjungan Prabowo ke Prancis merupakan bukti nyata komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas dan aktif—tidak mengekor Amerika Serikat, tidak tunduk kepada China, dan tidak gentar menghadapi tekanan eksternal.

“Pak Prabowo sedang mempraktikkan hedging tingkat tinggi agar Indonesia tidak bisa diabaikan oleh kekuatan dunia mana pun,” kata Sugiat, Jumat (29/5/2026).

Seskab Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyebut Indonesia kini menjadi “gerbang utama hubungan Eropa ke Asia”, sementara Prancis berperan sebagai pintu masuk Asia Tenggara ke kawasan Eropa—simbiosis strategis yang terus diperkuat melalui pertemuan-pertemuan intensif kedua kepala negara.


Sumber Berita:

By Redaksi

Redaksi InfoArtha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *