Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berdialog dengan Chairul Tanjung di Jogja Financial Festival 2026 JEC Bantul Yogyakarta 22 Mei 2026Purbaya di Jogja Financial Festival (Tangkapan Layar YT CNBC Indonesia)

YOGYAKARTA, InfoArtha — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil dalam sesi one on one talk bersama Founder and Chairman CT Corp Chairul Tanjung di Jogja Financial Festival 2026, Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Di hadapan ribuan peserta — mayoritas pelajar dan mahasiswa — Purbaya membeberkan secara terbuka alasan pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia, mewajibkan devisa hasil ekspor (DHE) masuk ke Bank Himbara, sekaligus meyakinkan publik bahwa IHSG akan segera rebound dan perekonomian Indonesia tetap solid.

Festival keuangan dua hari ini diselenggarakan oleh CNBC Indonesia bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai bagian dari program literasi dan inklusi keuangan nasional yang menyasar generasi muda.

Jogja Financial Festival 2026 Resmi Dibuka di JEC Bantul

Jogja Financial Festival 2026 dibuka secara resmi oleh Menkeu Purbaya, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, Rektor UGM Ova Emilia, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pembukaan ditandai dengan meletakkan tangan bersama di atas cube di atas panggung — simbol kolaborasi antara pemerintah, industri keuangan, dan dunia akademik.

Festival yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan beragam kegiatan: business talks, educational class, career corner, comedy live show, hingga konser musik. Seluruh acara terbuka untuk umum dan gratis. Antusiasme peserta sangat tinggi — khususnya saat sesi tanya jawab langsung bersama Purbaya dan Chairul Tanjung.

“Setelah saya kepilih lagi jadi ketua LPS, kelihatannya terlalu berhasil kampanyenya. Bukan jadi ketua LPS lagi, saya jadi Menteri Keuangan malah. Jadi ini salahnya Pak Chairul Tanjung.”

— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, Jogja Financial Festival 2026, 22 Mei 2026

Purbaya Blak-blakan: Ini Alasan Sebenarnya Danantara SDA Dibentuk

Menjawab pertanyaan Chairul Tanjung soal kontroversi pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari fakta mengejutkan soal kebocoran devisa ekspor yang sudah berlangsung puluhan tahun — bukan dari keinginan pemerintah mengambil alih bisnis swasta.

PT DSI berperan sebagai eksportir tunggal dan agregator transaksi ekspor komoditas CPO, batu bara, dan ferro alloy. Dengan seluruh transaksi melewati satu pintu, nilai ekspor sebenarnya tidak bisa lagi dimanipulasi.

“Nanti underinvoicing akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu. Kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harganya (IHSG) akan naik.”

— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI

34 Tahun Bocor: Kerugian Underinvoicing Ditaksir Rp15.400 Triliun

Salah satu data paling mengejutkan yang diungkap Purbaya adalah estimasi kerugian negara akibat praktik underinvoicing di sektor ekspor SDA selama 34 tahun terakhir: ditaksir mencapai Rp15.400 triliun. Angka ini bersumber dari data World Bank yang dipaparkan Presiden Prabowo.

Underinvoicing adalah praktik melaporkan nilai ekspor di bawah harga transaksi sesungguhnya. Selisihnya tersimpan di rekening luar negeri dan tidak pernah kembali ke Indonesia sebagai devisa maupun pajak. Dengan DSI sebagai agregator, setiap transaksi dicatat pada harga pasar yang sesungguhnya — menutup celah ini secara sistemik.

DHE Wajib Masuk Bank Himbara: Jaga Devisa, Perkuat Rupiah

Purbaya juga menjelaskan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang diwajibkan masuk ke Bank Himbara — BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI — mulai 1 Juni 2026. Ini adalah dua kebijakan yang saling melengkapi: DSI memastikan nilai ekspor benar, sementara DHE memastikan devisa tidak lari ke luar negeri.

“Kebijakan DHE ini ditujukan untuk memastikan devisa yang masuk tetap berada di dalam negeri sehingga bisa mengerek cadangan devisa negara dan memperkuat nilai tukar. Masyarakat tidak perlu khawatir rupiah jeblok.”

— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, Jogja Financial Festival 2026

Purbaya Yakin IHSG Rebound ke 8.000: Ini Alasannya

IHSG pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, sempat menyentuh zona 5.900 — mendekati level terendah sejak krisis pandemi COVID-19. Di hadapan ratusan pelajar dan mahasiswa yang sudah mulai berinvestasi, Purbaya justru memberikan pandangan optimistis.

“Bisa (balik ke level 8.000-an) karena gini, pada akhirnya pergerakan harga saham tergantung kepada fundamental perusahaan sendiri. Itu akan dipengaruhi oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitabilitasnya juga meningkat.”

— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI

Purbaya bahkan merekomendasikan secara terbuka agar investor memanfaatkan momen ini untuk membeli saham perusahaan yang fundamentalnya kuat namun harganya sedang tertekan. Dalam jangka 7–10 tahun, ia memproyeksikan IHSG bisa naik 4–5 kali lipat.

“Peluang naik besar sekali karena ekonomi membaik dan Presiden reformasi ekonomi serius, ga main-main. Kalau lihat siklus bisnis masa ekspansi 7–8 tahun, kalau pintar 10 tahun, IHSG bisa naik 4–5 kali.”

— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, Jogja Financial Festival 2026, 22 Mei 2026

Ekonomi Tumbuh 5,61%, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen

Purbaya menegaskan fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat meski diterpa berbagai tekanan eksternal. Tiga indikator fiskal utama yang digarisbawahi:

  • Pertumbuhan ekonomi Q1-2026: 5,61 persen YoY — salah satu tertinggi di ASEAN
  • Defisit APBN per April 2026: Rp164,4 triliun atau 0,64 persen PDB — jauh di bawah batas 3 persen
  • Penerimaan pajak tumbuh 16,1 persen YoY — tertinggi dalam beberapa tahun terakhir

Purbaya menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen PDB hingga akhir 2026 — meskipun menanggung beban program prioritas besar seperti Makan Bergizi Gratis dan pengadaan alutsista.

Baca juga:


Sumber Berita:

Editor Redaksi InfoArtha | 22 Mei 2026

By Redaksi

Praktisi perpajakan dengan pengalaman belasan tahun. Pendiri InfoArtha — portal berita pajak dan kabar daerah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *