Mirwan Suwarso Como 1907 Liga Champions — kombinasi tiga kata yang beberapa tahun lalu terdengar mustahil — kini menjadi kenyataan yang menggemparkan dunia sepak bola Eropa. Mirwan Suwarso, pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, yang menjabat sebagai Presiden Como 1907 sejak November 2019, berhasil memimpin klub asal Lombardia itu menembus Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah — sebuah pencapaian bersejarah yang diungkap dalam podcast Helmy Yahya Bicara, Mei 2026.
Kisah ini bukan sekadar cerita sepak bola. Ini adalah cerita tentang bisnis, visi jangka panjang, dan bagaimana anak bangsa bisa bermain di panggung tertinggi olahraga Eropa.
Siapa Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907 Asal Indonesia?
Mirwan Suwarso bukan figur yang lahir dari dunia sepak bola. Pria lulusan Purdue University ini mengawali karier sebagai Account Director di Saatchi & Saatchi, jaringan periklanan multinasional asal Inggris (2001–2003), sebelum beralih ke industri hiburan sebagai sutradara dan eksekutif kreatif.
Rekam jejak profesionalnya mencakup:
- Saatchi & Saatchi — Account Director (2001–2003)
- Destiny Films — Director (2007–2012), memproduksi film dan serial TV
- MSP Entertainment — Head of Creative (2012–2020)
- Super Soccer TV — Direktur Pengembangan Bisnis
- Mola TV — CEO (2019–2024), platform streaming milik Djarum Group
- Como 1907 — Presiden (November 2019–kini)
- Spotify Indonesia — Director (2020–kini)
“Saya bukan orang sepak bola. Saya orang bisnis dan kreatif yang kebetulan ditugaskan mengelola klub sepak bola. Dan justru itu yang membuat pendekatan kami berbeda.”
— Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907, Podcast Helmy Yahya Bicara, Mei 2026
Kondisi Como Saat Dibeli Djarum: Bangkrut di Serie D
Ketika Grup Djarum melalui entitas SENT Entertainment mengakuisisi Como 1907 pada 2019, kondisi klub berada di titik terendah. Como terdegradasi ke Serie D — kasta keempat sepak bola Italia — akibat krisis finansial yang hampir menyeret klub ke kebangkrutan total. Valuasi klub saat itu bahkan tidak sampai 1 juta euro.
Djarum mengakuisisi Como dengan harga sekitar Rp10 miliar — nilai yang terdengar besar bagi kebanyakan orang Indonesia, namun sangat murah untuk ukuran akuisisi klub sepak bola Eropa. Dari sinilah perjalanan luar biasa dimulai.
7 Tahun Perjalanan: Dari Serie D ke Liga Champions
Dalam waktu tujuh tahun, Mirwan Suwarso Como 1907 mengukir perjalanan yang hampir tidak masuk akal di dunia sepak bola Eropa:
| Musim | Kompetisi | Pencapaian |
|---|---|---|
| 2019/20 | Serie D | Diakuisisi Djarum, restrukturisasi dimulai |
| 2020/21 | Serie C | Juara Girone A — promosi ke Serie B |
| 2021/22 | Serie B | Finis ke-13, bertahan di Serie B |
| 2023/24 | Serie B | Promosi ke Serie A — kembali setelah 21 tahun |
| 2024/25 | Serie A | Bertahan di Serie A musim perdana |
| 2025/26 | Serie A | Finis ke-4 (71 poin) — LOLOS LIGA CHAMPIONS |
Sumber: Wikipedia, Suara.com, Gilabola.com | Data s.d. akhir musim Serie A 2025/26.
Peran Mirwan: Bukan Teknis, tapi Strategis
Salah satu kunci keberhasilan Como adalah pemisahan tegas antara urusan teknis sepak bola dan urusan bisnis. Mirwan tidak mencampuri keputusan taktik atau transfer pemain — itu ranah pelatih Cesc Fabregas dan tim teknis. Tugas Mirwan adalah membangun fondasi bisnis, branding, dan ekosistem non-sepak bola yang membuat klub sustain secara finansial.
Untuk urusan teknis lapangan, Djarum Group menunjuk legenda Chelsea Dennis Wise sebagai CEO, sementara Cesc Fabregas dipercaya sebagai pelatih kepala. Mirwan fokus pada strategi bisnis, hubungan sponsor, dan ekosistem hiburan di sekitar klub.
Tiket Liga Champions Pertama dalam Sejarah Como 1907
Kepastian tiket Liga Champions Como 1907 diraih setelah skuad Fabregas menumbangkan Cremonese 4–1 di laga pamungkas Serie A musim 2025/26. Hasil itu menempatkan Como di posisi keempat klasemen akhir dengan 71 poin — melampaui Atalanta, Lazio, dan Roma dalam persaingan tiket Eropa yang dramatis hingga pekan terakhir.
“Ini bukan hanya untuk Como. Ini untuk membuktikan bahwa dengan visi yang benar, manajemen yang disiplin, dan investasi yang terukur — sebuah klub kecil bisa bersaing dengan yang terbesar.”
— Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907
Garuda Select dan Mimpi Pemain Indonesia di Eropa
Ironisnya, meski Como dimiliki orang Indonesia dan dipimpin orang Indonesia, pemain Indonesia belum bisa bergabung dengan skuad utama — karena regulasi Serie A soal kuota pemain non-Uni Eropa yang sangat ketat. Namun program Garuda Select — yang melahirkan nama-nama seperti Elkan Baggott — terus berjalan sebagai jembatan antara talenta muda Indonesia dan panggung sepak bola Eropa.
Dalam podcast Helmy Yahya, Mirwan mengungkap bahwa mimpi jangka panjangnya tetap membuka lebih banyak jalan bagi pemain Indonesia — meski lewat jalur yang lebih kompleks dari sekadar merekrut langsung ke Como.
Baca juga:
- Mirwan Suwarso, Orang Indonesia di Balik Como 1907 Lolos Liga Champions
- Model Bisnis Como 1907: Bukan Sekadar Klub, tapi Ekosistem ala Disney
- Investasi Sepak Bola Eropa ala Djarum di Como 1907: Peluang atau Gimmick?
- Dari Jakarta ke Italia: Pelajaran Bisnis Mirwan Suwarso Bangun Como dari Nol
- Resmi! Prabowo Terbitkan PP Ekspor SDA Wajib Lewat BUMN
- Prabowo Optimistis Rp49 Triliun Masuk Kas Negara dari Satgas dan PPATK
- 5 Modal Selain Uang untuk Mulai Bisnis versi CT dan Dirut BRI
Sumber:
- Podcast Helmy Yahya Bicara — Mirwan Suwarso, Mei 2026
- Suara.com — Profil Mirwan Suwarso, Pria Indonesia yang Sukses Sulap Como 1907
- Bloomberg Technoz — Tangan-tangan Bisnis Hartono: Djarum, BCA, sampai Como
- Gilabola.com — Transformasi Como 1907, Nilai Klub Melonjak
- ComoIndonesia.id — Mirwan Suwarso, Sosok Penting dalam Perkembangan Como 1907
Editor Redaksi InfoArtha | 26 Mei 2026
Redaksi InfoArtha

