JAKARTA, InfoArtha — Harga emas turun tajam sepanjang Oktober 2026 dan memicu kepanikan di media sosial. Di Threads, unggahan yang menyebut harga emas “bisa turun sampai 1,3 juta” per gram ramai dibagikan dan menuai lebih dari 1.700 suka serta ratusan repost.

Narasi itu menyebar di tengah keluhan warganet yang membeli emas saat harganya mendekati Rp3 juta per gram awal tahun ini. InfoArtha menelusuri data resmi Logam Mulia, rilis bank sentral Amerika Serikat (AS), dan proyeksi analis untuk menguji klaim tersebut.

Kesimpulan singkat: klaim emas Antam jatuh ke Rp1,3 juta per gram tidak didukung data maupun proyeksi analis saat ini. Penurunan sebesar itu membutuhkan harga emas dunia anjlok hampir separuh, jauh melampaui skenario terburuk yang beredar.

Klaim Viral: Emas Bisa ke Rp1,3 Juta

Unggahan tersebut tidak menyertakan sumber data, perhitungan, atau rujukan riset. Sejumlah warganet lain menanggapinya dengan membandingkan harga emas dunia saat ini dengan posisi dua tahun lalu yang masih jauh lebih rendah.

Satu hal yang patut dicatat, harga emas Antam ukuran 0,5 gram saat ini memang berada di kisaran Rp1,3 juta. Angka ini kerap tertukar dengan harga per gram ketika dibagikan ulang tanpa konteks.

Posisi Harga Emas Hari Ini

Mengacu laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam pada Senin (2/11/2026) naik Rp5.000 menjadi Rp2.531.000 per gram. Harga buyback naik Rp10.000 menjadi Rp2.286.000 per gram.

Posisi ini memang sudah jauh dari puncaknya. Rekor tertinggi emas Antam tahun ini tercatat Rp3.168.000 per gram pada Kamis, 29 Januari 2026, seiring emas dunia yang sempat menembus level di atas US$5.000 per ons troi pada akhir Januari.

Indikator Nilai Keterangan
Emas Antam 1 gram (2/11/2026) Rp2.531.000 Harga dasar Logam Mulia
Buyback Antam (2/11/2026) Rp2.286.000 Selisih jual-beli Rp245.000
Rekor Antam 2026 Rp3.168.000 29 Januari 2026
Emas spot dunia (30/10/2026) ±US$3.876/ons troi Terendah sejak Oktober 2025
Kinerja emas dunia Oktober 2026 -6,78% Oktober terburuk sejak 2008
Fed Funds Rate 3,75%–4,00% Ditahan FOMC, 28/10/2026

Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp18.000, Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Kuat

Penyebab Harga Emas Turun Sepanjang Oktober

Pemicu utama harga emas turun datang dari AS. Data inflasi September yang lebih tinggi dari perkiraan membuat pasar memperhitungkan peluang sekitar 80% bahwa The Fed menaikkan suku bunga pada Desember.

Pada rapat 27–28 Oktober 2026, Federal Open Market Committee (FOMC) menahan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00% melalui voting 10 banding 2. Dua anggota justru menginginkan kenaikan 25 basis poin. Dalam pernyataan resminya, The Fed menegaskan komitmen antiinflasinya.

“The Committee will deliver price stability.”

— Federal Open Market Committee (FOMC), pernyataan resmi The Fed, Rabu (28/10/2026)

Suku bunga tinggi menekan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Kenaikan harga minyak ikut memperbesar kekhawatiran inflasi.

“Risiko bahwa hal tersebut mendorong The Fed mengambil sikap yang lebih hawkish.”

— Hussain, analis pasar, dikutip Beritasatu, Rabu (28/10/2026), menjelaskan dampak kenaikan harga minyak terhadap emas

Hitung-hitungan: Syarat Emas Antam Tembus Rp1,3 Juta

Harga emas Antam mengikuti harga emas dunia dalam dolar AS, dikonversi dengan kurs rupiah, lalu ditambah premi produk. Saat ini, harga Antam berada sekitar 12–13% di atas nilai emas spot dunia yang dirupiahkan.

Dengan asumsi kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS dan premi tetap, emas Antam baru menyentuh Rp1,3 juta per gram jika emas dunia jatuh ke kisaran US$2.000 per ons troi. Artinya, harga emas dunia harus anjlok hampir 50% dari posisi sekarang.

Level US$2.000 adalah posisi emas pada awal 2024. Penurunan sedalam itu dalam waktu singkat belum pernah tercermin dalam proyeksi lembaga mana pun yang dipublikasikan saat ini.

Baca juga: IHSG Anjlok, Dasco Minta OJK Sidak BEI

Proyeksi Analis: Seberapa Dalam Koreksinya?

Analis memang memperkirakan harga emas turun masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Namun, skenario paling pesimistis yang dikutip Bloomberg Technoz menempatkan emas di sekitar US$3.342 per ons troi.

Capital Economics memproyeksikan emas di level US$3.600 pada akhir 2027. Untuk pekan ini, analis memperkirakan emas Antam bergerak di rentang Rp2,39 juta hingga Rp2,61 juta per gram.

“Sentimen kebijakan moneter AS masih menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan logam mulia.”

— Geraldo Kofit, analis, dalam risetnya, Jumat (30/10/2026)

Di sisi lain, sejumlah analis global menilai pembelian emas oleh bank sentral dan kekhawatiran atas utang AS dapat kembali menopang harga. Peluang pemulihan juga terbuka bila The Fed batal menaikkan suku bunga atau harga minyak turun.

Yang Perlu Dilakukan Pemilik Emas

Bagi investor ritel, harga emas turun bukan otomatis alasan untuk panik menjual. Selisih harga jual dan buyback Antam saat ini mencapai Rp245.000 per gram, sehingga menjual di tengah koreksi berisiko mengunci kerugian.

  • Cek harga hanya dari sumber resmi seperti laman Logam Mulia, bukan unggahan tanpa rujukan.
  • Bedakan harga per gram dengan harga pecahan 0,5 gram.
  • Pantau jadwal rapat FOMC berikutnya pada 8–9 Desember 2026.
  • Sesuaikan porsi emas dengan tujuan dan jangka waktu investasi.

Pelemahan rupiah ikut berpengaruh. Kurs yang melemah justru menahan penurunan harga emas domestik, karena harga dunia dikonversi dengan dolar yang lebih mahal.

Baca juga: Koordinasi Fiskal-Moneter untuk Stabilisasi Rupiah 2026

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi investasi. Keputusan membeli atau menjual emas sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.


Sumber:

By Redaksi

Redaksi InfoArtha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *