Mensesneg Prasetyo HadiMensesneg Prasetyo Hadi, Tangkapan Layar YT Sekretariat Presiden


JAKARTA, InfoArtha — Mensesneg bantah Purbaya mundur secara tegas disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan pers kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/6/2026) malam. Prasetyo merespons rumor yang beredar luas di media sosial yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan diganti di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.000 per dolar AS.

Rumor Purbaya Mundur Viral di Media Sosial

Kabar mengenai kemungkinan penggantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebar cepat di berbagai platform media sosial pada Kamis (4/6/2026), bersamaan dengan tekanan hebat pada nilai tukar rupiah. Sejumlah akun menyebut Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan kabinet, khususnya di pos Kementerian Keuangan, sebagai respons atas pelemahan rupiah.

Isu ini berkembang cepat hingga memaksa Mensesneg Prasetyo Hadi angkat bicara langsung kepada wartawan yang mencegatnya usai agenda resmi di Jakarta.

Mensesneg Bantah Tegas: “Dari Mana Itu?”

Merespons pertanyaan wartawan soal rumor di media sosial, Prasetyo Hadi tidak butuh waktu lama untuk menjawab. Nada suaranya tegas dan langsung.

“Dari mana itu? Tidak ada. Saya kira tadi sore sudah disampaikan oleh beliau, tidak ada rencana penggantian. Justru yang sekarang kita perlukan adalah koordinasi yang erat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian. Jadi tidak ada rencana itu, belum ada.”

— Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, Jakarta, 4 Juni 2026 (Kompas TV)

Pernyataan Mensesneg bantah Purbaya mundur ini disampaikan secara spontan, tanpa teks, kepada awak media yang mencegatnya. Prasetyo juga menyebut bahwa Purbaya sendiri sudah mengklarifikasi hal yang sama lebih awal di sore hari yang sama.

Koordinasi Kemenkeu–BI–OJK Justru Dipererat di Tengah Tekanan Rupiah

Prasetyo menegaskan bahwa alih-alih pergantian, yang sedang berjalan justru adalah penguatan koordinasi lintas lembaga. Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut tengah berkoordinasi secara intensif untuk memonitor perkembangan nilai tukar dan mengambil langkah-langkah stabilisasi.

“Berkenaan dengan masalah rupiah, kami—pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan—terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah. Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita—yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi kemudian dari inflasi yang masih terjaga—sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat.”

— Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, Jakarta, 4 Juni 2026 (Kompas TV)

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak dalam mode panik, melainkan sedang menjalankan protokol respons terkoordinasi yang sudah disiapkan untuk menghadapi volatilitas eksternal.

Baca juga: Rupiah Melemah, Purbaya: Fundamental Ekonomi Kita Bagus

Tidak Ada Reshuffle: Presiden Prabowo Pertahankan Purbaya

Prasetyo secara khusus menekankan bahwa tidak ada rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Ia menyebut klarifikasi ini penting untuk menangkal disinformasi yang bisa menambah keresahan pasar di tengah kondisi yang sudah volatile.

“Sudah sudah, tidak ada. Belum ada rencana itu.”

— Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, menjawab pertanyaan soal reshuffle, 4 Juni 2026 (Kompas TV)

Dengan pernyataan tegas ini, Mensesneg menutup spekulasi yang sudah sempat menambah tekanan psikologis di pasar keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa dipastikan tetap menjabat sebagai Menteri Keuangan, dan koordinasi kebijakan fiskal-moneter terus berjalan dalam kapasitas penuh.

Baca juga: APBN Mei 2026: Strategi Purbaya Jinakkan Dolar


Sumber:

By Redaksi

Redaksi InfoArtha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *