Roslan Roeslani CEO DanantaraCEO Danantara, Roslan Roeslani

JAKARTA, InfoArtha — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi berdiri sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang ditugaskan mengelola tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia. Perusahaan yang merupakan anak usaha BPI Danantara ini didirikan pada 18 Mei 2026 dan memperoleh pengesahan hukum dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum pada 19 Mei 2026, melalui SK Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026. CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengumumkan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama pertama PT DSI, Kamis, 21 Mei 2026, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Pembentukan PT DSI adalah tindak lanjut langsung dari Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 20 Mei 2026 — menjadikan Indonesia negara pertama di ASEAN yang membentuk BUMN khusus eksportir tunggal komoditas strategis nasional.

PT Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Berdiri, Sah Secara Hukum 19 Mei 2026

Pendirian PT Danantara Sumberdaya Indonesia sudah disiapkan sebelum pengumuman resmi Presiden Prabowo. Perusahaan ini terbentuk pada 18 Mei 2026 — sehari sebelum pidato kenegaraan Prabowo di DPR. Pengesahan akta pendirian dari Kemenkumham turun keesokan harinya, 19 Mei 2026.

“Kami sudah membentuk satu badan bernama — tadi sudah disampaikan Pak Menko — PT Danantara Sumber Daya Indonesia, di mana kami ingin menekankan kepada transparansi transaksi.”

— Rosan Roeslani, CEO BPI Danantara / Menteri Investasi dan Hilirisasi, Kompleks Parlemen DPR RI, 20 Mei 2026

Kantor pusat PT DSI berlokasi di Wisma Danantara Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Pemegang saham mayoritas adalah PT Danantara Investment Management, sementara Seri B dipegang langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan satu lembar saham — skema yang memastikan negara memiliki hak veto strategis atas perusahaan.

Profil Singkat PT DSI: Modal, Kepemilikan Saham, dan Kantor Pusat

Keterangan Detail
Nama Perusahaan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)
Tanggal Pendirian 18 Mei 2026
Pengesahan AHU 19 Mei 2026 — SK No. AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026
Induk Usaha BPI Danantara Indonesia
Kantor Pusat Wisma Danantara Indonesia, Jl. Gatot Subroto, Jakarta
Modal Dasar Seri A Rp99.750.000 (399 lembar @ Rp250.000) — dipegang Danantara Investment Management
Saham Seri B Rp250.000 (1 lembar) — dipegang langsung Pemerintah RI
Direktur Utama Luke Thomas Mahony (WNA Australia)
Komisaris Harold Jonathan Dharma TJ (eks Direktur PT Mandiri Sekuritas)
Komoditas Dikelola CPO (minyak kelapa sawit), batu bara, ferro alloy
Mulai Operasi 1 Juni 2026 (Fase I)

Sumber: Dokumen AHU Kemenkumham No. AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026 | Kompas.com, 21 Mei 2026

Luke Thomas Mahony Ditunjuk Dirut: WNA Australia Eks Petinggi Vale

Pilihan Rosan menempatkan warga negara Australia sebagai Direktur Utama BUMN ekspor nasional memantik perhatian publik. Namun Rosan menegaskan penunjukan ini sepenuhnya didasarkan pada rekam jejak profesional dan kapasitas teknis Luke di industri pertambangan global.

“Untuk saat ini Luke Thomas. Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas, seperti kita bangun Danantara dulu.”

— Rosan Roeslani, CEO Danantara, Kompleks Istana Negara, 21 Mei 2026

Luke Thomas Mahony bukan wajah baru di ekosistem Danantara. Ia sudah bergabung dengan Danantara Indonesia sejak September 2025 sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Business Performance & Optimization, sebelum akhirnya ditunjuk memimpin PT DSI. Namanya juga tercantum resmi sebagai direktur dalam SK Pengesahan AHU tertanggal 19 Mei 2026.

21 Tahun di Industri Tambang Global: Rekam Jejak Luke Mahony

Pengalaman Luke Thomas Mahony di industri pertambangan internasional mencakup lebih dari 21 tahun, membentang dari Kanada hingga Indonesia:

  • Vale Base Metals, Kanada (Juli 2014 – Agustus 2024): berbagai posisi teknis dan strategis, termasuk Chief Technical Officer (Des 2022–Feb 2024) dan Direktur (Feb–Agus 2024)
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (Juli 2024 – September 2025): menjabat Chief Strategy and Technical Officer setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPST Juni 2024, sebelum mengundurkan diri pada 25 Juli 2025
  • Danantara Indonesia (September 2025 – kini): bergabung sebagai SEVP Business Performance & Optimization sebelum diangkat Dirut PT DSI

Komisaris PT DSI, Harold Jonathan Dharma TJ, adalah bankir investasi senior dengan rekam jejak panjang di pasar modal Indonesia — sebelumnya menjabat Direktur di PT Mandiri Sekuritas.

Misi PT DSI: Sapu Bersih Under Invoicing dan Transfer Pricing

Rosan mengungkapkan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia dilatarbelakangi data mengejutkan soal manipulasi nilai ekspor komoditas Indonesia yang berlangsung bertahun-tahun — bersumber dari data World Bank yang dipaparkan langsung oleh Presiden Prabowo.

“Dalam kurun waktu yang sekian lama, kita lihat dari data yang disampaikan oleh Bapak Presiden dari World Bank, begitu tingginya underinvoicing dan overpricing terhadap komoditas-komoditas kita.”

— Rosan Roeslani, CEO BPI Danantara, Kompleks Parlemen DPR RI, 20 Mei 2026

Presiden Prabowo menyebut potensi kebocoran devisa dari praktik underinvoicing dan transfer pricing di sektor ekspor SDA mencapai US$150 miliar per tahun. PT DSI dibentuk sebagai agregator transaksi dan pengawas nilai ekspor — seluruh transaksi harus tercatat transparan, menutup ruang manipulasi nilai ekspor.

“Ini (PT DSI) kan langsung di bawah Danantara. Yang punya capital besar dan size besar kan Danantara.”

— Rohan Hafas, Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia

Dua Fase Operasi: Juni 2026 Mulai, 2027 Penuh

PT DSI beroperasi dalam dua fase yang sudah ditetapkan pemerintah:

  • Fase I — 1 Juni s.d. 31 Desember 2026: PT DSI berperan sebagai penilai dan perantara. Perusahaan eksportir yang sudah ada tetap menjalankan kegiatan ekspor, namun wajib melaporkan setiap transaksi kepada DSI. Selama tiga bulan pertama sistem pelaporan akan di-fine tune bersama pelaku usaha.
  • Fase II — mulai 2027: DSI menjalankan fungsi pengawasan terintegrasi dan pengelolaan transaksi ekspor secara menyeluruh sebagai eksportir tunggal de facto untuk komoditas CPO, batu bara, dan ferro alloy.

Kementerian Luar Negeri melalui Jubir Yvonne Mewengkang memastikan bahwa pembentukan PT DSI tidak dimaksudkan untuk menghambat perdagangan internasional. Hingga saat ini belum ada respons resmi atau keberatan dari pihak internasional.

Baca juga:


Sumber Berita:

Editor Redaksi InfoArtha | 21 Mei 2026

By Redaksi

Praktisi perpajakan dengan pengalaman belasan tahun. Pendiri InfoArtha — portal berita pajak dan kabar daerah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *